KEUNGGULAN RADIO ADHIKA SWARA

Radio Komunitas Adhika Swara yang saat ini memasuki tahun ke 7 sudah mampu bertahan dan bersaing dengan keberadaan radio komunitas papan atas yang memiliki pendanaan tak terhingga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, terbukti bahwa Radio Komunitas Adhika Swara telah mampu untuk selalu mendatangkan nara sumber dalam program acara hariannya. Dari berbagai lembaga-lembaga baik negeri maupun swasta telah banyak mengetahui tentang keberadaan Radio Komunitas Adhika Swara dan selalu menjadi tempat referensi untuk pendirian radio komunitas.

Keunggulan komparatif yang dipakai adalah format siaran dengan basis pencerahan, pendidikan, pemberdayaan dan hiburan yang dikemas dengan sebaik mungkin yang bertujuan untuk mencerdaskan serta joke-joke segar yang menghibur dan mengkritik kebiasaan yang tidak benar. Radio Komunitas ADHIKA SWARA juga konsen dan berkomitmen untuk tetap menyajikan acara lokal seperti dagelan mataram yang diudarakan seminggu 6 kali, Kethoprak Mataram yang diudarakan seminggu 2 kali, dan wayang kulit yang diudarakan seminggu 1 kali. Hal itu dilaksanakan dengan harapan semoga warga Komunitas ADHIKA SWARA gencar untuk melestarikan kebudayaan asli daerahnya dan tetap senang dengan kebudayaan asli daerahnya tersebut. Gending-gending jawa dengan penyisipan informasi atau sebuah cara pemecahan masalah-masalah bidang pertanian, perkebunan, kebersihan dan informasi layanan masyarakat lainnya yang bersifat sosial. Sebagai radio komunitas yang tidak asal siaran telah dilakukan dan di tata oleh Radio Komunitas ADHIKA SWARA sebagai radio komunitas yang dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Dari sini sudah jelas bahwa radio komunitas ADHIKA SWARA bukan hadir hanya karena ada proyek atau adanya dukungan dana dari pihak-pihak yang memiliki uang yang melimpah tetapi lupa menanamkan roh sebenarnya sebagai radio komunitas yang sebenarnya. Tetapi Radio Komunitas ADHIKA SWARA hadir untuk selalu memberikan pencerahan, pendidikan, pemberdayaan dan hiburan yang mencerdaskan untuk seluruh segmen baik yang aktif maupun yang tidak aktif, serta memberikan peluang untuk menampilkan bakat-bakat seni budaya jawa mereka yang selama ini belum dapat mereka salurkan. Dengan diberikannya kesempatan kepada mereka untuk dapat menikmati hiburan serta apa yang telah mereka lakukan untuk dapat dinikmati oleh seluruh pendengar di wilayah jangkauan siaran yang dilayaninya.

Seluruh program acara yang disampaikan tidak luput dari kemampuan SDM yang handal serta didukung oleh para pelaku seni, aktivis, guru, agamawan di daerah jangkauan siaran dan perangkat teknik yang ada. Bahwa pencerahan, pendidikan, pemberdayaan dan hiburan yang bersifat positif merupakan tempat untuk mencurahkan segala ide dan gagasan yang kreatif khususnya seni dan budaya akan disajikan dalam bentuk live dan/atau rekaman seperti sajian siaran wayang kulit semalam suntuk.

Mengingat keberadaan Radio Komunitas ADHIKA SWARA yang telah lama mengudara dan tetap berkomitmen untuk melayani komunitasnya di daerah jangkauan siarannya, dipandang perlu bila semua pihak bisa membantu dan memelihara potensi komunitas yang lebih kreatif. Perjalanan masih panjang dan jauh, diperlukan energi dan pemikiran yang lebih jernih untuk melihat kedepan, seperti apa yang akan dilakukan untuk membangun citra Radio Komunitas ADHIKA SWARA lebih membumi dan layak di sejajarkan dengan radio komersial dan radio publik, dengan masih berdasarkan azas yang ada yaitu berazaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta bersifan non-profit dan non-politik.

Perbedaan sejarah dan roh adalah gambaran nyata dari aturan dan kemampuan serta syarat yang harus dipenuhi, namun dalam format acara dan program siaran tidak beda jauh karena sama-sama sebagai penyampai dan penghibur pendengar, potensi SDM sangat menentukan sebuah program acara dapat dinilai berhasil atau tidak. Keunggulan komunitas harus diasah dan dipelihara untuk tetap mampu berkompetisi.